Minggu, 25 September 2016

HATI HATI BILA BERSEDEKAH



TAHUKAH Anda manfaat dari bersedekah? Ya, tentu sudah banyak Anda membaca atau mendengarkan dari para ulama Muslim yang menerangkan begitu dahsyatnya kekuatan sedekah. Hanya saja, banyak dari kita yang masih begitu sulit untuk berbagi kepada orang lain. Inilah yang menyebabkan banyaknya orang berkeluh kesah terhadap kehidupannya. Apa hubungannya?

Salah satu manfaat dari sedekah ialah bisa menghindarkan diri kita dari kesengsaraan. Tak percaya? Coba kita lihat tokoh agama terkemuka di negara kita ini, yakni Yusuf Mansur. Dulu, ia berada dalam taraf ekonomi yang rendah. Tapi, lihatlah kini. Ia memiliki kedudukan yang tinggi di mata manusia karena membiasakan diri untuk bersedekah.

Memang, pada hakikatnya Allah yang mengubah seseorang menjadi lebih baik. Tetapi, Allah pun tidak akan semata-mata mengubahnya jika tanpa usaha. Nah, sedekah itulah salah satu usaha yang bisa kita lakukan.

Sedekah pun tidak sembarang sedekah. Ada orang yang bersedekah tetapi kehidupannya masih tetap sama. Ia masih merasakan kesusahan dalam hidupnya. Mengapa bisa terjadi? salah satu faktornya ada pada hatinya. Apa itu? Rasa ikhlas.

Ya, ikhlas dalam bersedekah sangatlah diperlukan. Boleh saja kita mengharap sesuatu dari sedekah yang dikeluarkan. Tetapi, ingatlah jangan dilakukan kepada makhluk, langsung saja pinta kepada Allah. Sebab, banyak ditemukan orang yang sedekah meminta agar dirinya didoakan. Itu berarti masih ada unsur tidak ikhlas dalam dirinya –Wallahu ‘alam.

Hal terburuk ialah adanya orang yang bersedekah hanya ingin menunjukkan dirinya mampu untuk berbagi kepada sesama. Ia ingin memperoleh pujian dari orang lain. Ia merasa bangga diri dengan apa yang dilakukannya. Padahal, pada hakikatnya pujian itu hanyalah milik Allah. Harta yang kita keluarkan untuk bersedekah pun adalah milik Allah.

Nah, jadi dapat kita ketahui bahwasanya jika kita ingin memperoleh keberkahan dalam hidup, maka sedekahlah. Meski sedikit tetapi bisa memberi arti pada orang yang membutuhkannya. Tapi ingat, lakukanlah dengan ikhlas hanya untuk menggapai ridho Allah. Biarlah orang yang diberi itu berdoa dengan sendirinya untuk kebaikan kita, tanpa kita pinta. Dan biarkanlah orang lain tetap diam –tidak memuji, dengan Anda melakukan sedekah tanpa diketahui orang lain.


Jumat, 23 September 2016

DOA AGAR TERHINDAR DARI PERBUATAN ZINA



DUNIA kini sudah dihuni oleh orang-orang yang banyak melakukan maksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Padahal, sudah jelas bahwasanya perbuatan itu akan mengundang murka-Nya. Jika Allah sudah tidak lagi memberikan kesempatan bagi manusia untuk bertaubat, maka pupuslah harapan untuk meraih surga-Nya.

Salah satu perbuatan maksiat yang kini marak dilakukan adalah perbuatan zina. Ya, perbuatan ini sepertinya sungguh sulit untuk dihindari. Mengingat, banyaknya orang-orang yang kini tertarik melakukan dosa besar ini. Dari berbagai penjuru dunia, kini nampak perbuatan itu begitu jelas di depan mata. Sehingga, orang yang ingin menjaga diri, cukup sulit untuk menghindari kenyatan pahit ini. Lantas, harus bagaimana agar diri kita tetap terbentengi dari perbuatan terlarang itu?

Tentunya kita harus berusaha untuk menjaga diri. Jagalah seluruh anggota badan yang berpotensi mengundang zina, seperti mata, hati dan kemaluan. Ketiga anggota badan itu adalah godaan terbesar. Sehingga, lebih perhatikan lagi penglihatan dari hal-hal yang tidak pantas untuk dilihat. Kemudian hati, jagalah dari rasa ingin melakukan perbuatan itu. Lalu, kemaluan, jangan sampai membenarkan apa yang kita lihat dan pikirkan itu.

Usaha saja belum cukup. Maka, langkah selanjutnya ialah berdoa. Ya, doa ialah kekuatan seorang muslim. Sebab, doa merupakan tanda berserahnya seorang hamba kepada Allah Ta’ala. Sehingga, Allah-lah yang akan senantiasa melindungi diri kita dari perbuatan hina di dunia.

Rasulullah ﷺ pernah melakukan hal yang sama pada masanya. Di mana ketika itu ada pemuda yang ingin berbuat zina. Akan tetapi, beliau menasihatinya. Kemudian beliau berdoa kepada Allah sambil menaruh tanganya di atas pemuda itu, “Allahummaghfir zanbahu, wa tohhir qalbahu, wa hassin farjahu (Ya Allah ampunkanlah dosanya, bersihkanlah/ sucikanlah hatinya –dari memikirkan sesuatu maksiat— dan jagalah kemaluannya –dari melakukan zina—,” (HR. Ahmad 5/256-257. Dinilai sahih oleh Al-Albani dalam Kitab Al-Silsilah Al-Sahihah 1/645).

Itulah doa yang dipanjatkan oleh Rasulullah untuk melindungi seseorang dari perbuatan zina. Di mana, setelah pemuda itu didoakan, kecenderungannya untuk berbuat zina, tidak lagi terlintas di pikirannya.

Kita pun bisa melakukan hal serupa. Kita bisa menjaga diri dan keluarga kita dari perbuatan zina dengan membaca doa yang dilantunkan oleh Rasulullah ﷺ tersebut. Atau pun dengan redaksi yang berbeda, tidak sama percis seperti Rasulullah, tidak masalah.

Hal terpenting adalah kita berdoa, memohon kepada Allah agar dihindarkan dari perbuatan zina, yang bisa membuat hidup menjadi sengsara.


Kamis, 22 September 2016

SHALAT PAKAI KOSMETIK, BOLEHKAH ?



ANDA salah seorang perempuan yang gemar berhias? Jika ya, maka tak masalah jika hiasan yang Anda kenakan untuk mempercantik diri di hadapan suami. Ketika suami menginginkan Anda untuk berhias, maka ikutilah keinginannya itu. Hanya saja, jangan sampai hiasan diri itu diniatkan agar ada orang lain yang tertarik pada Anda.

Biasanya, kebanyakan perempuan menggunakan kosmetik, khusus merias wajahnya. Hal ini dilakukan agar wajah terlihat lebih segar dan menarik. Tetapi, ada satu masalah yang terkadang menimpa seorang perempuan berhias. Apa itu? Yakni, dalam menjalankan shalat. Memang, apa masalahnya?

Sebagai seorang muslimah, menjalankan shalat adalah kewajiban. Tetapi, ketika wajah dihias menggunakan kosmetik, membuat kulitnya tertutupi oleh kosmetik itu. Sedang, ketika wudhu, seluruh permukaan kulit wajah harus terkena air. Hanya saja, ada perempuan yang menggunakan kosmetik jenis water proof yang tak akan hilang meski terkena air. Lantas, bagaimana dengan shalatnya, bolehkah shalat menggunakan kosmetik?

Seorang perempuan boleh menggunakan kosmetik ketika shalat, tetapi memakainya setelah berwudhu. Jadi, tetap saja, kulit wajahnya harus terkena air terlebih dahulu. Barulah, ia menggunakan kosmetik untuk mempercantik diri.

Ada yang perlu diperhatikan dalam menggunakan kosmetik. Seorang perempuan harus selektif dalam memilih kosmetik. Jangan sampai ada kandungan zat yang dilarang dalam Islam. Sebab, diketahui bahwa ada beberapa kosmetik yang mengandung bahan dari babi dan itu dilarang serta tidak boleh dipakai.

Itulah yang harus Anda perhatikan. Jika Anda tak mengindahkan aturan ini, maka Anda termasuk orang yang melakukan kesalahan. Dan orang yang bersalah, haruslah memperbaiki dirinya, jika ia tak ingin hidupnya tidak memperoleh berkah. Sebab, hidup berkah itu dapat diraih jika kita mengikuti aturan Allah Subhanahu wa Ta’ala.


TERKABUL ATAU TIDAKNYA DOA KITA ADA TIGA KEMUNGKINAN



APAKAH Anda sudah berdoa tetapi tak juga diijabah? Jika ya, Anda tak perlu cemas. Sebab, bukan hanya Anda saja yang mengalami hal itu. Ada banyak orang merasakan hal serupa seperti Anda. Tetapi, mengapa hal ini bisa terjadi?

Ketika kita berdoa, maka ada tiga kemungkinan yang akan terjadi. Apa sajakah itu? Pertama, Allah langsung mengabulkan doa yang kita pinta itu. Kedua, doa tersebut dapat menjadi benteng baginya dari keburukan sebanding dengan permintaannya. Dan terakhir, disimpan untuk di akhirat.

Sebagaimana hal ini telah disampaikan dalam hadis riwayat Ahmad yang dishahihkan oleh Al-Hakim. Di mana Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang muslim memanjatkan satu doa yang tidak mengandung dosa dan pemutusan silaturahim kecuali Allah memberinya salah satu dari tiga perkara, doanya tersebut dikabulkan segera, disimpan untuknya di akhirat, atau dirinya akan dijauhkan dari keburukan yang senilai dengan permohonan yang dipintanya.” Para shahabat berkata, “Kalau begitu, kami akan memperbanyak berdoa.” Rasulullah menanggapi, “Allah lebih banyak (untuk mengabulkan doa kalian).”

Maka, ketika doa Anda belum diijabah, Anda tak perlu merasa risau apalagi galau. Jangan pula terpikir dalam benak Anda bahwa Allah itu tidak menyayangi Anda. Apalagi sampai Anda mengutuk Allah, yang sudah sangat berjasa dalam hidup Anda.

Allah tahu yang terbaik untuk hidup Anda. Allah, tidak akan memenuhi segala permintaan Anda, karena boleh jadi apa yang Anda pinta itu tidak baik bagi Anda. Allah telah menyediakan hal lain yang pantas bagi Anda. Sebab, yang tidak Anda sukai itu bisa saja memberikan manfaat yang baik bagi kelangsungan hidup Anda.

Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti berdoa kepada Allah. Sebab, Allah menyukai hamba-Nya yang selalu mengadu pada-Nya. Allah senang jika dipinta. Hal itu menandakan bahwa Anda benarlah seorang hamba yang sangat bergantung pada-Nya. Tiada Tuhan yang berhak dipinta selain Allah.

Maka, percayakanlah segala urusan dan keinginan Anda hanya pada Allah.


Selasa, 20 September 2016

CARA TAUBAT JIKA BANYAK SENGAJA MENINGGALKAN SHALAT



TANYA: Bagaimana dengan orang yang telah dengan sengaja meninggalkan shalat wajib, apakah ia harus mengqadhada shalat yang telah ditinggalkannya itu?

JAWAB:

Allah menegaskan dalam al-Quran, bahwa shalat merupakan ibadah yang dibatasi waktunya. Ada batas awal dan ada batas akhir. Sebagaimana tidak sah melakukan shalat sebelum waktu, juga tidak sah melakukan shalat, setelah keluar waktu.

Allah berfirman,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat merupakan kewajiban bagi orang beriman yang telah ditetapkan waktunya.” (QS. An-Nisa: 103).

Hanya saja, bagi mereka yang tidak sengaja meninggalkan shalat, misalnya karena ketiduran atau lupa, diberi toleransi untuk mengqadha’nya, dengan mengerjakannya ketika bangun atau ketika ingat.

Dari Anas bin Malik, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ نَسِيَ صَلَاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إِذَا ذَكَرَهَا

“Barang siapa yang kelupaan shalat atau tertidur sehingga terlewat waktu shalat maka penebusnya adalah dia segera shalat ketika ia ingat.” (HR. Ahmad 11972 dan Muslim 1600).

Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

مَنْ نَسِىَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا ، لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلاَّ ذَلِكَ

“Siapa yang lupa shalat, maka dia harus shalat ketika ingat. Tidak ada kaffarah untuk menebusnya selain itu.” (HR. Bukhari 597 & Muslim 1598)

Hadis ini menunjukkan, tidak ada kesempatan untuk menebus kesalahan meninggalkan shalat, selain bagi orang yang kelupaan dan ketiduran, dan itupun harus dilakukan ketika bangun atau ketika dia ingat.

Ketika orang meninggalkan shalat dengan sengaja, kemudian dia mengerjakan shalat ketika taubat, hakekat yang terjadi:

Dia mengerjakan shalat di luar waktu. Dan mengerjakan shalat setelah waktunya habis, statusnya tidak sah.

Dia melakukan kaffarah (penebus dosa) yang tidak ada panduannya dari dalil. Sementara penebusan kesalahan meninggalkan shalat yang disebutkan dalam dalil, hanya berlaku untuk mereka yang ketiduran atau kelupaan.

Lalu Bagaimana Cara Taubat Mereka yang Meninggalkan Shalat?

Pada prinsipnya, inti dari taubat ada 5:

Ikhlas dengan memohon ampun kepada Allah [الاستغفار]
Meninggalkan dosa yang dilakukan [الاقلاع]
Menyesali perbuatannya [الندم], sehingga dia mengakui apa yang dia lakukan adalah kesalahan
Bertekad untuk tidak mengulangi [العزم]. Tekad ini yang akan menghalangi dia jangan sampai melanjutkan dosanya.
Melakukan perbaikan [الاصلاح]. Melakukan upaya yang bisa memperbaiki dirinya.
Allah berfirman,

إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْرًا عَظِيمًا

Kecuali orang-orang yang taubat dan mengadakan perbaikan dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan tulus ikhlas (mengerjakan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu adalah bersama-sama orang yang beriman dan kelak Allah akan memberikan kepada orang-orang yang beriman pahala yang besar. (QS. an-Nisa: 146).

Bagian yang menjadi fokus perhatian kita adalah apa yang harus dilakukan dalam rangka upaya perbaikan yang harus dilakukan oleh orang yang meninggalkan shalat?

Ada satu hadis yang bisa kita jadikan titik terang. Hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan proses hisab amal hamba,

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمُ الصَّلاَةُ قَالَ يَقُولُ رَبُّنَا جَلَّ وَعَزَّ لِمَلاَئِكَتِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ انْظُرُوا فِى صَلاَةِ عَبْدِى أَتَمَّهَا أَمْ نَقَصَهَا فَإِنْ كَانَتْ تَامَّةً كُتِبَتْ لَهُ تَامَّةً وَإِنْ كَانَ انْتَقَصَ مِنْهَا شَيْئًا قَالَ انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِى مِنْ تَطَوُّعٍ فَإِنْ كَانَ لَهُ تَطَوُّعٌ قَالَ أَتِمُّوا لِعَبْدِى فَرِيضَتَهُ مِنْ تَطَوُّعِهِ

“Amal manusia pertama yang akan dihisab kelak di hari kiamat adalah shalat. Allah bertanya kepada para Malaikatnya – meskipun Dia paling tahu – “Perhatikan shalat hamba-Ku, apakah dia mengerjakannya dengan sempurna ataukah dia menguranginya?” Jika shalatnya sempurna, dicatat sempurna, dan jika ada yang kurang, Allah berfirman, “Perhatikan, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunah?.” jika dia punya  shalat sunah, Allah perintahkan, “Sempurnakan catatan shalat wajib hamba-Ku dengan shalat sunahnya.” (HR. Nasai 465, Abu Daud 864, Turmudzi 415, dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Berdasarkan hadis ini, para ulama menganjurkan, bagi siapa saja yang meninggalkan shalat wajib, agar segera bertaubat dan perbanyak melakukan shalat sunah. Dengan harapan, shalat sunah yang dia kerjakan bisa menjadi penebus kesalahannya.

Syaikhul Islam mengatakan,

وتارك الصلاة عمدا لا يشرع له قضاؤها ، ولا تصح منه ، بل يكثر من التطوع ، وهو قول طائفة من السلف

“Orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, tidak disyariatkan meng-qadhanya. Dan jika dilakukan, shalat qadhanya tidak sah. Namun yang dia lakukan adalah memperbanyak shalat sunah. Ini merupakan pendapat sebagian ulama masa silam.” (al-ikhtiyarot, hlm. 34).

Keterangan lain disampaikan Ibnu Hazm,

من تعمد ترك الصلاة حتى خرج وقتها فهذا لا يقدر على قضائها أبداً، فليكثر من فعل الخير وصلاة التطوع؛ ليُثَقِّل ميزانه يوم القيامة؛ وليَتُبْ وليستغفر الله عز وجل

“Siapa yang sengaja meninggalkan shalat sampai keluar waktunya, maka selama dia tidak bisa mengqadha’-nya. Hendaknya dia memperbanyak amal soleh dan shalat sunah, agar memperberat timbangannya keelah di hari kiamat. Dia harus bertaubat dan banyak istighfar.” (al-Muhalla, 2/279).

Karena itu, kewajiban orang yang pernah meninggalkan shalat wajib, dan sekarang telah bertaubat,

Banyak memohon ampun kepada Allah
Memperbanyak shalat sunah
Mencari komunitas yang baik, yang bisa memotivasi dirinya untuk menjaga shalat
Dan jangan lupa untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat hidayah untuk taubat.

Allahu a’lam.


Minggu, 04 September 2016

MANFAAT LUAR BIASA DARI SHALAT SUBUH

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.

Sobat jika kita amati, ada satu hal yang berbeda dari shalat subuh dibandingkan shalat lima waktu lainnya. Kalimat yang terdengar dari suara adzan sedikit berbeda dengan adzan pada shalat yang lain. Kalimat “ash shalatu khairun minan naum”, menjadi titik perbedaannya. Arti dari kalimat itu adalah “shalat itu lebih baik dari pada tidur”. Mengapa kalimat itu hanya muncul pada adzan subuh dan tidak pada adzan lainnya?

Memang banyak sekali hikmah yang bisa diambil dari shalat subuh ini. Mulai dari peluang rezeki yang besar hingga manfaat terhindar dari kemacetan terutama di kota-kota besar. Ternyata bukan itu saja arti manfaat yang Allah berikan. Shalat subuh juga mempunyai manfaat mengurangi kecenderungan terjadinya gangguan kardiovaskular.

Di dalam tubuh manusia ada kekuatan yang terus bekerja tanpa kita komando. Yaitu kekuatan yang mengatur gerak usus kita sehingga bisa dikeluarkan menjadi feses setelah menyerap zat-zat bermanfaat untuk tubuh. Kekuatan syaraf otonom mempunyai 2 fungsi yang bekerja secara antagonis, biasa kita sebut sebagai syaraf simpatis dan syaraf parasimpatis.

Manusia mempunyai irama tubuh yang biasa disebut irama sirkadian, yaitu keadaan tubuh dimana mulai pukul tiga dini hari, terjadi peningkatan adrenalin. Akibatnya tekanan darah pun meningkat. Biasanya adrenalin kita bekerja saat kita beraktifitas atau dalam keadaan stress. Selain itu terjadi pula penyempitan pembuluh darah otak yang menyebabkan supply oksigen ke otak berkurang, sehingga kita merasa sulit untuk bangun di pagi hari dan cenderung mengantuk. Peningkatan adrenalin juga mengaktivasi sistem pembekuan darah dimana sel-sel trombosit berangkulan membentuk suatu trombus. Trombus inilah yang menyebabkan gangguan kardiovaskuler pada manusia. Semuanya adalah kerjaan saraf simpatis. Lalu apa hubungannya dengan shalat subuh?

Menurut hasil penelitian, zat yang bernama NO (Nitrit Oksida), diproduksi terus menerus selama istirahat termasuk ketika manusia tidur. Zat ini juga mencegah terbentuknya trombus dengan menghambat agregasi/penempelan trombosit.

Aktivitas bangun pagi untuk shalat subuh, apa lagi dengan berjalan ke mesjid untuk berjamaah dapat meningkatkan kadar Nitrit Oksida dalam pembuluh darah. Sehingga penyaluran oksigen ke otak juga bertambah akibat melebarnya pembuluh darah otak , lalu trombosit dicegah untuk saling menempel sehingga pembuluh darah tidak bertambah sempit. Gerakan rukuk dalam shalat meningkatkan tonus syaraf parasimpatis yang melawan efek dari syaraf simpatis seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Subhanallah, dengan menjalankan shalat subuh apa lagi dengan berjalan ke masjid, kita dapat mencegah proses gangguan pada sistem kardiovaskular kita.