Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Bismillahi sholatu wasalam
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH
Allah SWT berfirman, “Gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah.” (QS. Az-Zumar [39]: 23).
Allah SWT berfirman, “Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk menerima Agama Islam, lalu ia mendapat cahaya dari Tuhannya sama dengan orang yang membatu hatinya. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang telah membatu hatinya untuk mengingat Allah.” (QS. Az-Zumar [39]: 22)
Sabda Nabi SAW, “Satu tarikan dari tarikan-tarikan Allah Al-Haq sebanding dengan ibadah seluruh jin dan manusia.”
Nabi SAW bersabda, “Orang yang tidak punya rasa kasih sayang berarti hatinya tidak hidup.”
Al-Junaid RA berkata, “Bila Allah menanamkan rasa kasih sayang di dalam batin manusia, maka akan muncul perasaan bahagia dan sedih.”
Getaran kalbu itu ada dua macam yaitu getaran hati jasmani dan getaran hati ruhani. Getaran hati jasmani adalah getaran hati yang didorong oleh hawa nafsu yang muncul dari kekuatan jasad, bukan dari tarikan kuat Ruhani. Contohnya, seperti riya’ (ingin diketahui orang) dan sum’ah (ingin dibesar-besarkan orang atau ingin terkenal). Ini semua hal yang batil karena keberadaannya masih berkisar pada diri. Getaran hati seperti ini tidak boleh diikuti.
Adapun getaran kalbu ruhani terjadi ketika kekuatan ruh bertambah karena tarikan (jadzbah) dari Allah SWT. Ini seperti bacaan Al-Quran dengan suara yang bagus atau puisi yang memiliki irama bagus atau berdzikir yang tembus sehingga jasad tidak mampu lagi bertahan dan tumbang. Gambaran seperti ini merupakan limpahan rahmat Allah SWT dan baik untuk diikuti. Sebagaimana firman Allah SWT,
“Maka sampaikanlah berita gembira kepada hamba-hambaku yang mendengar kata-kata (nasihat) lalu mengikuti yang baiknya.” (QS. Az-Zumar [39]: 17-18)
Begitu pula, getaran kalbu ruhani ini muncul ketika mendengarkan suara-suara orang yang menumpahkan kerinduannya pada Illahi. Juga suara burung-burung dan irama lagu-lagu. Semua itu merupakan kekuatan ruh. Bila didorong oleh kekuatan getaran kalbu ruhani, maka tidak akan dimasuki oleh nafsu dan setan karena setan hanya dapat mengganggu pada kegelapan nafsu. Bukan pada cahaya ruhaniah. Bahkan, setan bisa terkulai, seperti terkulainya dia dengan kalimat Hauqalah (lâ haula walâ quwwata illâ billâhil ‘aliyyil azîm [tiada daya dan upaya kecuali oleh Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Agung]). Bisa diumpamakan dengan leburnya garam yang dimasukkan pada air, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadis.
Pada bacaan ayat-ayat Al-Quran, puisi-puisi bijak, cinta dan rindu dan keluh pilu, terdapat kekuatan yang mampu menerangi jiwa. Sedangkan, cahaya harus bertemu dengan cahaya lagi yakni ruh.
Sebagaimana firman Allah SWT,“Wanita-wanita yang baik untuk laki-laki yang baik.” (QS. An-Nûr [24]: 26)
Wallahu'alam biishawab