Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.
Segala puji bagi Allah, yang telah menciptakan hati manusia dengan fitrah yang baik, yang akan menjadi tenang dan tentram bila senantiasa mengingat Allah dan menjadi lapang bila selalu mengerjakan amal shalih.
Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Baginda Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang setia sampai hari kiamat nanti.
Sesungguhnya eksistensi manusia itu terletak pada hatinya, apabila hatinya baik, akan menjadi baiklah ia, dan apabila hatinya menyimpang dari fitrah kebaikkannya, ia pun akan rusak sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW :
" Dalam tubuh ini terdapat segumpal daging yang memotori semua anggota tubuh lainnya. Jika ia baik, semuanya pun menjadi baik, dan jika ia rusak, semuanya pun macet dan malfungsi. Itulah yang disebut kalbu." ( HR. Bukhari dan Muslim )
Hati manusia sangatlah mudah terpengaruh oleh lingkungan keberadaannya. Di era keterbukaan dan globalisasi ini, dimana kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu pesat, pengaruh budaya, peradaban, trend, mode, perilaku, dan lain lain, sangat mudah masuk dalam lingkungan kita, karena antara negara yang satu dengan yang lainnya tidak ada sekat yang menghalanginya.
Kondisi seperti ini mengharuskan diri dan keluarga kita, khususnya, memasang filter yang dapat memisahkan pengaruh baik dan buruknya. Kita juga harus selalu membersihkan dan menyucikan hati kita, bahkan mencambukinya agar tetap bersih dan mau mengarah pada fitrahnya yang baik dan selalu segar dan tegar penuh dengan denyut keimanan dan rasa optimisme sehingga terhindar dari pengaruh yang dapat mematikannya.
Untuk tujuan ini , tiada cara yang lebih tepat dan efektif, selain menambah wawasan keruhanian kita dengan membaca buku-buku agama yang berkaitan dengan pembenahan hati, dan menyediakan waktu khusus dalam setiap harinya untuk tujuan tersebut.
Rajin mengikuti kajian-kajian Islami yang membahas tentang kebersihan hati & akhlakul kharimah, juga cara yang efektif tuk menggapai tujuan tersebut.
Dengan demikian kita dapat menilai setiap tingkah laku kita dengan jelas apakah kehidupan kita selama ini sesuai dengan teladan Rasulullah SAW, ataukah cenderung mengikuti, bahkan memanjakan hawa nafsu kita.
Semoga ikhtiar kita, bisa meluruskan hati kita dan menjadikan hati kita ridha terhadap Allah dan Allah pun ridha tethadap kita.
Walallahu'alam bishawab .
Selasa, 17 November 2015
HATI BENING
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar