Senin, 30 November 2015

MAAFKAN AKU IBU

Seorang pria, anggap saja namanya Huda, seorang Trainer Development yang sangat giat dalam mengkader pengusaha muda, ia melakukan itu. Karena baginya hidup bukan untuk mengejar martabat, tapi menebar manfaat.

Ia sangat mencintai Istrinya yang bernama Ira, malam itu di penghujung tahun 2003. Ia mendapati istrinya sedang sakit, setelah mencoba mengelus dan merelaksasi dengan kompres. Namun, sakitnya tak kunjung hilang. Karena khawatir lalu ia bergegas ke Rumah Sakit terdekat. Yaitu RS Cinta Anil

Sudah 3 hari lamanya istrinya di rawat di RS. Namun, dokter belum juga bisa mengetahui penyakit apa yang sedang dialami oleh istrinya. Dokter menyarankan untuk dirujuk ke RS pusat dikotanya.

Keesokan harinya, Huda langsung membawa istrinya ke RS Pusat. Yaitu RS Rakybed. Selama di RS ini, suhu tubuh istrinya selalu panas dan merasa haus. Sehingga menghabiskan ± 3 galon air mineral tiap harinya. Sudah hampir 3 bulan lamanya dirawat. Namun, belum juga ada diketahui apa sebenarnya penyakit istrinya.

Akhirnya, ia putuskan untuk dibawa ke RS Harapan Bersama di Jakarta, dan langsung di ditempatkan diruang ICU. Biaya di ICU kala itu kurang lebih 2,5 juta per malam. Dengan penuh harapan dan cemas huda selalu bersabar menemani istrinya. Kesedihan itu tak bisa dibendung lagi, saat ia melihat kondisi sang istri dipenuhi kabel dan alat bantu diseluruh tubuhnya 😰.

3 minggu sudah berlalu, namun belum ada sedikitpun pencerahan. Dokter masih belum tahu penyakit apa yang diderita istrinya. Setiap sehabis shalat, doa selalu ia panjatkan kepada Yang Maha Kuasa, demi kesembuhan istrinya. Tanpa sadar, air mata mengucur deras dari kedua matanya.

Di pagi hari setelah visit dokter, Huda diajak dokter keruangannya untuk membicarakan keadaan istrinya.

“ Pak Huda, kami minta persetujuan pak Huda untuk mengganti obat istri bapak.”

“Memang kenapa Dok, tidak biasanya Dokter meminta izin saya? Apa bedanya obat ini? ”

“Begini pak Huda, obat ini cukup mahal, rencananya obat ini akan kami gunakan untuk mengetahui penyakit istri pak Huda”

“ Berapa harganya Dok?”

“12 juta pak, untuk 1 dosis”

“ Satu hari berapa dosis Dok?”

“3 kali dosis dalam sehari pak”

“😨Jadi 36 juta dokter sehari?”

“Iya pak Huda”

“ Astaghfirullah Dok, bagi saya 36 juta itu banyak sekali Dokter. Tabungan saya sudah hampir habis. Tolong Dok, periksa sekali lagi, temukan penyakit istri saya Dokter ”

“ Pak Huda, kami sudah berusaha semampu kami, kami sudah mendatangkan perlengkapan dari RS Cipyo dan beberapa laboratorium ternama. Namun, kami belum mengetahui penyakit istri bapak ”

“ Tolong Dok, coba periksa sekali lagi, saya akan berdoa kepada Rabb saya. Tolong dicari tahu, sekali lagi”

“ Pak Huda, baik kami akan penuhi permohonan bapak. Tapi janji ya pak, bila kami belum juga menemukan penyakitnya, dengan terpaksa kami menggunakan obat tadi.”

“ Baik Dokter, terima kasih”

Setelah keluar dari ruangan dokter, Huda bergegas ke Mushola untuk shalat dhuha dua raka’at. Setelah salam, ia langsung dzikir kepada Allah dengan penuh penghayatan, lalu diiringi shalawat kepada Rosululah. Lalu diangkat kedua tangannya dan berdoa

“ Ya Allah, Ya Tuhanku, Aku mengerti ini adalah bagian dari ujian-Mu, Aku mengerti semua ini karena Engkau menyayangi hambamu ini, Tolong ya Allah, tunjukanlah petunjuk-Mu. Dosa apa yang telah kulakukan, sehingga membuat istriku tak kunjung sembuh” sambil mengusap air matanya

“Ya Allah, tolong beri Aku petunjuk, tolong sembuhkan istriku Ya Allah 🙏 . bagi-Mu amat mudah menyembuhkan istriku semudah Engkau mengatur seluruh alam beserta isinya Ya Allah”

Sesaat setelah selesai berdoa, ia teringat akan uang senilai 150 rupiah. Iya uang koin 150 rupiah.

Lalu ia mulai mengingat kejadian uang senila 150.

“ Oh iya, uang itu adalah uang yang pernah aku ambil dari bawah bantal Ibuku, uang yang Aku ambil untuk membayar SPP saat Aku SD. Karena uang SPP yang sebelumnya aku pergunakan untuk jajan. Dari uang 150 itu kubayarkan SPP sebanyak 75 rupiah, karena 3 bulan aku menunggak bayaran SPP kala itu, sedangkan sisanya untuk jajan lagi” katanya dalam hati

“ Mengapa Aku teringat ini, apakah ini petunjuk dari Allah” lagi – lagi katanya dalam hati

Karena penasaran dan lalu ia langsung menelpon Ibunya.

“Assalamu’alaikum Bu”

“Wa’alaikum salam Nak ”

“Ibu apa kabar ?”

“Ibu baik-baik saja Nak”

“Trus, kabar anak – anak gimana Bu ?”

“Huda, Ibu jauh – jauh dari Lampung ke Bogor untuk menjaga anak – anakmu . Sudah kamu gak usah khawatir. Gimana kabar istrimu Ira ? ”

“Belum Sembuh Bu”

“Sabar ya Nak”

Setelah lama berbincang – bincang, lalu Huda menanyakan tentang kejadian 150 rupiah itu.

“ Ibu, masih ingat gak dengan kejadian dulu, iya dulu sekali”

“ kejadian yang mana Nak?”

“dulu, waktu Ibu kehilangan 150 rupiah dibawah bantal”

Dengan mengejutkan, suara dengan penuh amarah terdengar dari balik telpon genggam.

“Nak, sampai Ibu meninggal, Ibu tidak akan mungkin melupakannya.” Dengan suara lirih

“ Nak, gara – gara uang itu hilang, Ibu di caci maki dan direndahkan di depan umum Nak, waktu itu Ibu punya hutang dengan orang kaya kampung kita. Uang itu sudah Ibu persiapkan dibawah bantal, saat Ibu mau membayar dan ternyata uang itu hilang nak, karena tidak enak Ibu beranikan untuk mendatangi orang kaya tersebut dan meminta maaf karena uang yang Ibu persiapkan hilang” isak tangis terdengar ditelpon genggam

“ Mendengar alasan Ibu, orang itu malah mencaci maki Nak, merendahkan Ibu. Padahal, disitu banyak orang Nak, Demi Allah Nak, rasanya sakit, sakit, sakit sekali hati ini Nak.” Dengan lirih dan serak Ibunya berkata

“Ibu tahu siapa yang mengambil uang itu ?”

“Ibu tidak tahu nak, Ibu gak akan memaafkan orang itu.”

“😭Bu, Maafkan Huda Bu, Maafkan Huda Bu, Huda Bu yang mengambil uang Ibu, Huda ambil untuk bayar SPP Bu, Huda gak tahu uang itu membuat Ibu seperti itu. Tolong Bu Ikhlasin uang itu Bu, yang mengambil uang itu Huda Bu. Huda janji nanti saat bertemu Ibu huda Sungkem Bu. Maafin Huda, Maafin Huda”

“😱Astaghfirullahal adzim, astaghfirullahal adzim, astaghfirullahal adzim, Ya Allah, ternyata Kamu Nak yang ngambil, Ya Allah, Ya Rabbi maafkanlah anakku Ya Allah, Hamba tidak tahu, ternyata anak hamba yang mengambil uang itu, ampunilah dia Ya Allah”

“Bu, beneran Ibu sudah memaafkan Huda”

“Sudah Nak, Seharusnya Ibu yang meminta maaf, karena Ibu terlalu lama memendam dendam seperti ini, Ibu gak tahu Nak, ternyata kamu yang ambil”

“ maafin Huda Bu, maafin huda”

“Sudah lupakan semua, semua kesalahanmu sudah Ibu maafkan, termasuk uang itu”

“Bu, tolong iringi dengan doa untuk istri saya Bu agar cepat sembuh.”

“Ya Allah, hari ini aku maafkan kesalahan Anakku karena telah mengambil uang itu. Dan juga semua kesalahannya yang lain. Ya Allah, sembuhkanlah penyakit istri Anakku ya Allah.” Doa dari sang ibu

Setelah itu, telpon ditutup dengan ucapan terima kasih kepada Ibunya. ± 1 jam kemudian Huda kembali dipanggil oleh Dokter.

“Selamat pak Huda. Penyakit istri bapak sudah ketahuan.”

“Apa dok?”

“Infeksi Pankreas.”

Langsung dipeluknya dokter itu dengan erat dengan air mata yang berlinang “ Terima kasih Dok, terima kasih”

“ Pak Huda, jujur kami pun dari pihak Dokter terkejut saat mengetahui Istri Bapak terkena Infeksi Pankreas, padahal kami melakukan pemeriksaan seperti sebelumnya, Ini adalah suatu keajaiban. Selanjutnya kami meminta izin kepada bapak untuk melakukan operasi caesar terlebih dahulu, untuk mengeluarkan janin yang sudah 8 bulan. Setelah itu baru kita kita tindak lanjuti Infeksi Pankreas Istri bapak ”

Setelah selesai, dan kondisi Istri dan Anaknya sehat, ia kembali ke Bogor untuk sungkem dan meminta maaf kepada ibunya. Namun, Itulah hebatnya seorang ibu, “ bukan Kamu yang meminta maaf nak, seharusnya ibu yang meminta maaf.”

Perlu dicatat, cerita diatas benar – benar terjadi, Nyata. Namun nama pria itu bukannya Huda. Nama aslinya adalah Jamil Az – zaini seorang Trainer Personal Development dan Leadership, Pengkader trainer, Penulis, Dosen dan Pengusaha Indonesia. Yang sangat angkrab disapa kek Jamil. 😎

Sungguh ini bukti kebenaran Hadits Rosulullah Shalallahu alaihi wasallam :

“Ridho Allah tergantung kepada keridhoan orang tua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua“ (HR Bukhori, Tirmidzi, Hakim)

Sudah seharusnya kita melakukan yang terbaik untuk Orang Tua kita, bukankah kita sudah sama – sama tahu bahwa, Surga ada dibawah telapak kaki Ibu





TUJUH HAL YANG TETAP UTUH KETIKA KIAMAT TIBA

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.

Sahabatku yang dirahmati Allah....
Ketika kiamat tiba semuanya akan hancur, kecuali tujuh hal yaitu:            
1. Surga Dan Neraka

Allah telah menjelaskan dengan gamblang bahwa saat hari kiamat tiba, neraka dan surga tidaklah hancur. Kondisi ini diabadikan dalam surat Hud ayat 106-108.

“Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di neraka. Di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih), mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki. Adapun orang-orang yang berbahagia, maka tempatnya di dalam surga. Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain) sebagai karunia yang tiada putus-putusnya” (QS Huud 106-108)

Secara singkat bahwa Allah menjamin bahwa neraka maupun surga kekal meski yang lainnya telah binasa. Itu merupakan hak Allah dalam menetapkan sesuatu.

2. Arsy Allah SWT

Hal yang tidak akan hancur lainnya adalah Arsy yang memiliki arti singgasana Allah SWT. Jaminan Allah terhadap kekekalan Arsy terukir indah dalam Al Quran surat Az Zumar 74-75 yang berbunyi:

“Dan mereka berkata “Segala puji bagi Allah yang telah memenuhi janjiNya kepada kami dan telah memberikan tempat ini (surga) kepada kami sedang kami (diperkenankan) menempati surga dimana saja yang kami kehendaki. Maka surga itulah sebaik-baik balasan bagi orang-orang yang beramal” Dan engkau (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat melingkar di sekeliling Arsy bertasbih sambil memuji Tuhannya, lalu diberikan keputusan diantara mereka (hamba-hamba Allah) secara adil dan dikatakan “Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam” (QS Az Zumar 74-75)

Masih banyak lagi hadist dan ayat Al Quran yang menerangkan tentang kekalnya Arsy dan Arsy bukan termasuk dari salah satu makhluk yang diciptakan selama kurun 6 hari serta tidak pula dibelah maupun dipecah.

3. Kursi Allah SWT

Tak hanya memiliki singgasana, Allah pun memiliki kursi. Hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW “Tidaklah langit yang tujuh dibanding kursi kecuali laksana lingkaran anting yang diletakkan di tanah lapang" (HR Ibnu Hiban)

Dengan kata lain, para ulama menyepakati bahwa yang tidak hancur saat hari kiamat adalah kursi Allah salah satunya. Wallahu ‘Alam seperti apa wujud dari kursi Allah tersebut.

4. Lauhul Mahfuzh

Catatan manusia selama hidupnya tercatat jelas dalam Lauh Mahfuzh. Ternyata Lauh Mahfudz termasuk dalam beberapa hal yang tidak akan musnah saat hari kiamat. Lauh Mahfuzh secara singkat merupakan kitab tempat Allah menuliskan segala yang ada di alam semesta ini.

“Tidak seorang pun yang ada di langit dan di bumi, melainkan terdapat dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (QS An Naml 75)

5. Qalam Atau Pena

Pena disini bukanlah pena yang kita lihat dan sering digunakan. Namun pena yang tidak akan hancur saat kiamat adalah pena Allah atau Qalam. Para ulama mengatakan bahwa Qalam merupakan makhluk pertama yang Allah ciptakan. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.

“ Sesungguhnya makhluk yang pertama kali Allah ciptakan adalah Al Qalam. Kemudian Allah berfirman kepadanya: Tulislah ! Kemudian Al Qalam berkata “Wahai Rabbku, apa yang akan aku tulis? Kemudian Allah berfirman “Tulislah takdir segala sesuatu sampai datang hari kiamat (HR Abu Dawud).

6. Tulang Ekor Manusia

Saat tubuh manusia hancur di hari kiamat tersebut, salah satu bagian tubuh manusia yaitu tulang ekor justru terlihat sebaliknya. Ini bukanlah sebuah karangan ataupun khayalan karena sesuai dengan hadist Rasul yang berbunyi “Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang yaitu tulang ekor. Darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat” (HR Bukhari).

7. Ruh

Meski ruh merupakan urusan yang Allah saja yang tahu, namun sifat ruh telah diterangkan oleh Allah sebagai salah satu yang tidak hancur meski terjadi kiamat. Ruh yang terdapat dalam diri manusia jika sudah waktunya meninggal maka akan dicabut dan dikembalikan lagi saat hari kebangkitan. Para ulama pun menyepakati tentang abadinya ruh manusia.

Memang jelas bahwa beriman kepada hari kiamat merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini. Hal yang berhubungan dengan kiamat pun meski kita sadari dengan landasan Al Quran dan Sunnah Rasul.

Wallahu'alam biishawab

LIMA KEUTAMAAN YANG DIDAPAT KETIKA BERJALAN MENUJU MASJID


Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.

Sahabat...
Begitu banyak cara yang bisa dilakukan untuk meraih pahala sebanyak-banyaknya. Salah satu yang tidak disangka-sangka adalah berjalan kaki menuju masjid untuk melaksanakan salat. Meski saat ini beragam jenis kendaraan bisa dengan cepat mengantarkan ke masjid, namun ada baiknya anda melakukan hal ini karena begitu banyak pahala dan keutamaannya.

Nabi Muhammad SAW dalam sebuah hadist riwayat Bukhari pernah melarang sahabatnya yang akan pindah dengan tujuan agar rumahnya lebih dekat dengan masjid. Rasul menyebutkan bahwa mereka harus tetap tinggal dirumah lama, pasalnya semakin jauh masjid yang mereka tempuh, maka pahala yang tercatat adalah sebanyak jejak telapak kaki yang mereka langkahkan hingga ke masjid. Selain keutamaan tersebut, masih banyak keutamaan lain yang bisa diraih kaum muslimin yang berjalan kaki menuju masjid.

1. Mendapat Cahaya di Hari Kiamat

Salah satu keutamaan yang akan didapatkan seseorang jika rajin berjalan menuju masjid untuk menunaikan salat berjamaah adalah mendapat cahaya pada hari kiamat kelak. Terlebih jika pelaksanaanya saat salat isya dan subuh. Hal ini berdasarkan penjelasan HR Abu Daud dan Tirmidzi yang artinya:

“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang 'berjalan' di dalam kegelapan malam menuju masjid dengan cahaya yang akan diperolehnya pada hari kiamat.” (Shahih HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

2. Dibangunkan Sebuah Rumah di Surga

Keutamaan lainnya yang juga diperoleh dengan amalan ini adalah janji Allah akan membangunkan sebuah rumah di surga. Kita yang terjebak dalam rutinitas pekerjaan sehari-hari mungkin akan jarang berpikir tentang hal ini. Bahwa sebenarnya rumah yang kekal sebenarnya adalah di akhirat kelak, sementara dunia, hanya persinggahan sementara yang dilalui. Sehingga tidak adil jika kita hanya memperindah rumah kita di dunia, sementara sama sekali tidak memikirkan bagaimana rumah di akhirat nanti. Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya

“Barangsiapa yang berjalan menuju ke masjid (untuk sholat) dan pulang setelahnya maka Allah akan menyediakan sebuah rumah di surga untuknya, baik ketika pergi maupun pulang.” (Shahih HR. Ahmad).

3. Setiap Satu Langkah Menghapus Satu Dosa

Cara sederhana ini ternyata memiliki keutamaan lain sebagai sarana menghapus dosa. Setiap satu langkahnya, Allah SWT menjanjikan penghapusan satu dosa. Selain itu, Allah juga akan mengangkat derajad mereka yang berjalan kaki ke masjid. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang artinya “Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu pergi ke masjid untuk menunaikan sholat yang telah Allah wajibkan kepadanya, maka setiap langkahnya menghapus satu dosa dan langkah yang satunya mengangkat satu tingkat derajatnya.” (HR.Muslim)

4. Ditinggikan Derajadnya

Coba perhatikan orang-orang yang rajin datang ke masjid untuk shalat dengan berjalan kaki. Tidak bisa dipungkiri orang-orang ini selalu menjadi bagian penting dalam suatu sistem kemasyarakatan. Baik itu sebagai pengurus masjid, imam dan lain sebagainya. Hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang dengannya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat?”

Para sahabat berkata, “Tentu, wahai Rasulullah”,

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai (seperti disaat dingin), banyak melangkahkan kakinya menuju ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, itulah yang namanya ribath (mencurahkan diri dalam ketaatan)”.(HR. Muslim)

5. Akan Dilipat gandakan Pahalanya

Keutamaan lainnya yang akan didapatkan dengan berjalan kaki menuju masjid adalah Allah SWT melipat gandakan pahala untuknya. Abu Musa Radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya orang yang paling besar pahalanya di dalam shalat adalah yang paling jauh berjalan menujunya. Maka orang yang paling jauh dan 'orang yang menunggu shalat sampai ia melaksanakannya bersama imam' lebih besar pahalanya daripada orang yang shalat kemudian tidur” (HR. Bukhari dan Muslim )

Memang, ini adalah cara yang mudah yang bisa dilakukan untuk meraih sebanyak-banyaknya pahala. Namun untuk mewujudkan salat berjalan kaki ke masjid tentu saja bukan hal mudah jika akan dipraktikan diera kini. Dengan berbagai alasan duniawi, akhirat terlihat kelam dan tidak terpikirkan.

Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan kita tentang agama Islam.
Wallahu'alam bishawab.

Selasa, 17 November 2015

HATI BENING

       Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh.

       Segala puji bagi Allah, yang telah menciptakan hati manusia dengan fitrah yang baik, yang akan menjadi tenang dan tentram bila senantiasa mengingat Allah dan menjadi lapang bila selalu mengerjakan amal shalih.

        Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada junjungan kita, Baginda Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang setia sampai hari kiamat nanti.

         Sesungguhnya eksistensi manusia itu terletak pada hatinya, apabila hatinya baik, akan menjadi baiklah ia, dan apabila hatinya menyimpang dari fitrah kebaikkannya, ia pun akan rusak sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW : 

       " Dalam tubuh ini terdapat segumpal daging yang memotori semua anggota tubuh lainnya. Jika ia baik, semuanya pun menjadi baik, dan jika ia rusak, semuanya pun macet dan malfungsi. Itulah yang disebut kalbu." ( HR. Bukhari dan Muslim )

       Hati manusia sangatlah mudah terpengaruh oleh lingkungan keberadaannya. Di era keterbukaan dan globalisasi ini, dimana kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang begitu pesat, pengaruh budaya, peradaban, trend, mode, perilaku, dan lain lain, sangat mudah masuk dalam lingkungan kita, karena antara negara yang satu dengan yang lainnya tidak ada sekat yang menghalanginya.

       Kondisi seperti ini mengharuskan diri dan keluarga kita, khususnya, memasang filter yang dapat memisahkan pengaruh baik dan buruknya. Kita juga harus selalu membersihkan dan menyucikan hati kita, bahkan mencambukinya agar tetap bersih dan mau mengarah pada fitrahnya yang baik dan selalu segar dan tegar penuh dengan denyut keimanan dan rasa optimisme sehingga terhindar dari pengaruh yang dapat mematikannya.

       Untuk tujuan ini , tiada cara yang lebih tepat dan efektif, selain menambah wawasan keruhanian kita dengan membaca buku-buku agama yang berkaitan dengan pembenahan hati, dan menyediakan waktu khusus dalam setiap harinya untuk tujuan tersebut.

       Rajin mengikuti kajian-kajian Islami yang membahas tentang kebersihan hati & akhlakul kharimah, juga cara yang efektif tuk menggapai tujuan tersebut.

       Dengan demikian kita dapat menilai setiap tingkah laku  kita dengan jelas apakah kehidupan kita selama ini sesuai dengan teladan Rasulullah SAW, ataukah cenderung mengikuti, bahkan memanjakan hawa nafsu kita.

       Semoga ikhtiar kita, bisa meluruskan hati kita dan menjadikan hati kita ridha terhadap Allah dan Allah pun ridha tethadap kita.

       Walallahu'alam bishawab .
        

      
     
      
      


Senin, 16 November 2015

KEAJAIBAN SHALAT

Jarang Shalat?
Awas!
Pakar Neuroscience Menemukan Bahwa Otak Tidak Bekerja Normal Jika Jarang Shalat

Allohu akbar, sungguh menakjubkan tanda kebesaran-Nya pada tubuh kita yang satu ini. Bahkan, penemuan bagian syaraf yang hanya dimasuki darah secara optimal saat shalat ini menghantarkan pakar bneuroscience Prof. Dr. Fidelma O’Leary dari St. Edwards University di Amerika Serikat menuju Islam.

Hal tersebut terjadi pasca ia meneliti hubungan antara shalat dengan kesehatan. Tanpa diduga, beberapa keajaiban ditemukannya dalam penelitian itu. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut, sehingga tidak dapat diterima oleh akal pikiran.

Ia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam, ia amat yakin akan pengobatan Islami (thibbun Nabawi) dan telah memotivasinya untuk mendirikan sebuah klinik yang bertemakan ‘Pengobatan melalui Al-Quran. Lewat kajian pengobatan melalui Al-Quran, obat-obatannya berdasarkan apa yang terdapat di dalam Al-Quran. Di antara kaidah-kaidah thibbun Nabawi yang digunakan termasuk berpuasa, madu lebah, habbatus sauda (black seed) dan sebagainya.

Ketika ditanya bagaimana ia tertarik untuk memeluk Islam, ia mengatakan bahwa semasa beliau melakukan kajian urat saraf, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki oleh darah secara optimal. Padahal, setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara normal. Pasca penelitian itu, beliau mendapati darah tidak memasuki urat saraf di dalam otak mansia secara optimal, melainkan pada saat seseorang itu sedang sujud semasa mengerjakan shalat. Hal inilah yang menjadikannya mantap memeluk Islam.

Urat tersebut memerlukan darah hanya untuk beberapa waktu yang tertentu saja. Ini bermaksud bahwa darah hanya akan memasuki urat tersebut secara optimal mengikuti kadar shalat waktu yang diwajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Alloh.
Alloh membuka tabir keajaiban sujud pada gerakan shalat sehingga menyakinkan para pemeluk-Nya untuk melakukan hal-hal yang di serukan-Nya demi kebaikan umat-Nya.

Jika seseorang tidak menunaikan shalat, otaknya tidak akan dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karenanya, kejadian pada otak manusia ini sebenarnya adalah bukti untuk menganuti agama Islam ‘sepenuhnya’. Hal itu karena sifat fitrah penciptaannya memang telah “by design” dikaitkan oleh Alloh dengan ritual ibadah pada agama-Nya yang indah ini.

Dengan demikian, tidak mengherankan jika semakin banyak orang memeluk Islam, karena begitu banyak keajaiban dan kebenaran agama Islam. Maka sebagai pemeluknya kita harus bangga dan sebagai umatnya harusnya kita menyadari bahwa semua seruan yang menjadi kewajiban kita adalah kebutuhan kita. Sebagai contoh, kali ini Alloh menyerukan hamba-Nya untuk shalat karena manusia membutuhkan shalat itu demi kebutuhan biologisnya sendiri. Sungguh, sebagai hamba-Nya yang taat kita tak perlu ragu akan kuasa-Nya dan menghambakan diri kita sepeuh hati karena Alloh Al-Khaliq (Maha Pencipta).

Demikianlah keajaiban dalam shalat. Semoga kabar langit yang ilmiah ini semakin menambah keimanan kita dan menambah ketaatan kita kepada Alloh Rabbul ‘aalamiin, Tuhan semesta alam. Allahu akbar!


Kamis, 15 Oktober 2015

JASAD NABI & SYUHADA' TIDAK MEMBUSUK



Dunia tak terlepas dari berbagai keajaiban yang terkadang sulit dipercaya atau bahkan tak bisa diterima nalar. Salah satu yang pernah kita dengar misalnya, tak membusuknya jasad para Nabi dan syuhada.

Dream - Dunia tak terlepas dari berbagai keajaiban yang terkadang sulit dipercaya atau bahkan tak bisa diterima nalar. Salah satu yang pernah kita dengar misalnya, tak membusuknya jasad para Nabi dan syuhada.

Mengobati rasa penasaran masyarakat mengenai fenomena ajaib tersebut, Dr Abdul Hamid Al Qudhah mencoba membuktikan lewat penelitiannya. Hasil risetnya kemudian diuraikan dalam buku Al Mikrubat wa Karamatusy Syuhada, yang telah diterjemahkan dengan judul Jasad Syuhada Tak Membusuk.

Diawali dengan definisi dan penjelasan mikroba, keajaiban-keajaiban mikroba yang berhasil ditemukannya melalui serangkaian riset. Selanjutnya ia mulai menjelaskan mengapa jasad para Nabi dan syuhada tidak membusuk.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya menjelaskan bahwa jasad para Nabi tidak akan dimakan (binatang) tanah. Beliau bersabda:

“Sesungguhnya yang paling utama di antara hari kalian adalah hari Jum’at. Pada hari ini Adam diciptakan dan dimatikan. Pada hari ini pula terjadi peniupan sangkakala dan kematian massal. Maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari ini karena shalawat kalian itu akan diperlihatkan kepadaku.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana shalawat kami akan diperlihatkan kepadamu sedang jasadmu telah lapuk (remuk)” Maka beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla mengharamkan (binatang) tanah memakan jasad para Nabi ‘alaihimus salam.” (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majah)

Sedangkan mengenai para syuhada, Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. Al Baqarah: 154)

Ayat ini banyak dimaknai bahwa jasad syuhada tidak dimakan mikroba sebagaimana jasad para Nabi. Terlebih ketika banyak ditemukan fakta bahwa jasad syuhada masih utuh. Misalnya jasad syuhada Perang Uhud dan mujahidin Palestina yang ditampilkan dalam buku itu.

Lalu mengapa mikroba tidak merusak jasad para Nabi dan syuhada? Tentu jawabannya, karena Allah-lah yang memerintahkan mikroba berbuat demikian. Allah yang menciptakan mikroba, membuat ibahwa tugas mikroba menguraikan makhluk hidup yang telah mati, maka Dia pula yang bisa mengubah sunnatullah itu pada sesuatu yang dikehendaki-Nya.

“Jadi, mikroba adalah makhluk yang sangat patuh kepada Penciptanya,” simpul Dr. Abdul Hamid Al Qudhah. Subhanallah... (Ism) 

Sumber : Dream co id
Support : http://harianoto.com/


Minggu, 04 Oktober 2015

KEUTAMAAN SHALAT SUNNAH EMPAT RAKAAT SEBELUM & SESUDAH DHUHUR

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakaatuh.

Sahabatku yang dirahmati Allah SWT....

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan tentang keutamaan shalat sunnah qabliyah dluhur, dia berkata: saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:
Barangsiapa yang menjaga (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka. 
(HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160)

Sahabatku, semoga kita semua khususnya saya dapat istiqamah dalam melaksanakan shalat2 sunnah dan yang paling utama adalah semoga semua ibadah kita selalu diterima oleh Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal 'Aalamiin.

Sumber : Kitab Bidayatul Hidayah