Syaikh hafidzahullah menjawab :
نعم كل سورة من القرآن تأتي في بدايتها ”بسم الله الرحمن الرحيم” إلا سورة التوبة، وقد أجابوا عن هذا بجوابين:
Semua surat dari Al Qur’an diawali dengan basmalah kecuali surat At Taubah, para ulama’ menerangkan sebab hal ini dengan dua jawaban :
الأول: أن سورة التوبة مكملة لسورة الأنفال فلذلك لم تأت في بدايتها ”بسم الله الرحمن الرحيم”، لأنها مكملة لسورة الأنفال.
Pertama : sesungguhnya surat At Taubah merupakan lanjutan dari surat Al Anfal, oleh karena itu tidak diawali dengan basmalah, karena ia menyempurnakan surat Al Anfal.
والقول الثاني: أن سورة التوبة لم تأت قبلها البسملة لأنها سورة ذكر فيها الجهاد وقتال الكفار وذُكر فيها وعيد المنافقين وبيان فضائحهم ومخازيهم، و”بسم الله الرحمن الرحيم” يؤتى بها للرحمة وهذا الموطن فيه ذكر الجهاد وذكر صفات المنافقين، وهذا ليس من مواطن الرحمة بل هو من مواطن الوعيد والتخويف. فلذلك لم تذكر ”بسم الله الرحمن الرحيم” في بدايتها.
Kedua : sesungguhnya alasan surat At Taubah tidak diawali dengan basmalah karena isi surat At Taubah tentang jihad dan memerangi orang-orang kafir. Disana juga disebutkan ancaman yang keras terhadap orang-orang munafiq serta penjelasan akan tipu daya mereka. Adapun bacaan basmalah disebutkan untuk sesuatu yang mengandung rahmat. Sedangkan isi surat At taubah yang menyebutkan jihad dan sifat-sifat orang munafiq bukanlah tempat untuk menyebutkan rahmat namun tempat menyebutkan ancaman dan untuk membuat orang takut. Oleh karena itu tidak disebutkan basmalah diawal surat At taubah.
Jadi sebab tidak disebutkannya kalimat basmalah diawal surat At-Taubah, berdasarkan pendapat mayoritas Ulama, adalah karena surat ini berbicara tentang orang-orang kafir dan orang-orang munafik. Mereka diharamkan dari kalimat basmalah dan makna kasih sayang yang terdapat didalamnya.
Surat At-Taubah juga memiliki nama-nama yang lain, yaitu Al-Fadhihah (yang menelanjangi kejelekan) karena isinya menjelekkan sikap orang-orang munafik. Didalamnya terdapat 55 sifat orang munafik yang pernah mereka tunjukkan dimasa Nabi saw. Dinamakan dengan surat Al-Kasyafah (Penyingkap) karena ia menyingkap aib orang-orang kafir dan orang-orang yang enggan memberikan pembelaan terhadap islam. Dinamakan dengan As-Saif (Pedang) karena mayoritas ayat -ayatnya berisi panggilan berjihad, anjuran untuk pergi berperang dan peringatan keras bagi orang yang tidak ikut atau enggan (berpaling) dari peperangan. Dengan demikian, ia merupakan surat yang sangat keras.
Wallahu'alam biishawab !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar